Mari Berjalan Cepat

Mari Berjalan Cepat
Di Banda Aceh saya (dan mungkin anda) hampir tidak pernah melihat orang yang berjalan kaki lebih dari 1 km. Semuanya memakai sepeda motor, bahkan sepeda pun sudah sangat langka. Termasuk saya sendiri, jadi jangan heran begitu saya sampai di Deakin University, bisa dibilang jalan saya jadi sangat lambat. Banyak sekali orang yang berjalan kaki disini, dijalan jalan kita lihat semua orang berjalan.

Yang yang menarik disini orang orang tersebut berjalan dengan kecepatan yang luar biasa, kalau saya berjalan di jalan yang sama dengan orang orang itu, saya selalu yang berjalan paling lambat, walaupun saya sudah berjalan dengan kecepatan yang paling cepat ( abeh gas ) mungkin satu satunya cara supaya bisa mengalahkan orang ini berjalan adalah dengan berlari.

Satu hal yang tak pernah saya lihat disini, berjalan sambil nyanyi nyanyi, atau bercanda tawa sambil jalan ( seperti mahasiswa-mahasiswa di Banda Aceh berjalan). Semuanya berjalan dengan serius, rata-rata earphone (headset) melekat di kuping mereka. Jadi saya berpikir, supaya jalan saya jadi cepat saya pun memakai headset satu di kuping saya, sambil mendengarkan lagu lagu keras, supaya jalan saya cepat. Tapi jalan saya masih saja lambat.

Mungkin di Aceh orang bisa berjalan dengan gaya cool (tangan masuk kantong dengan kecepatan 2 detik/langkah, sambir bersiul-siul), disini bisa juga seperti itu, tapi cari jalan yang tak dilalui orang, atau anda akan di tabrak dari belakang (bukan ditabrak mobil, tapi di tabrak orang)

Berjalan itu menyehatkan, jadi gak ada salahnya kita juga sekali kali berjalan dengan teratur. By Salman Alfarish

0 comments:

Copyright © 2013 Salman Alfarish