Kenapa tidak subsidi makanan

Kenapa tidak subsidi makanan| Salman Alfarish
Saya heran dengan pemerintah Indonesia yang tak pernah konsisten, sebentar sebantar menaikkan harga Bensin. Kalau di naikkan ya di naikkan aja sekaligus, jangan sedikit sedikit. Karena naik sedikit tapi berkali kali bisa berakibat naiknya harga barang berkali kali juga. Menurut saya sendiri, boleh saja Pemerintah tidak lagi mensubsidi BBM tapi subsidilah bahan makanan, paling tidak Sembako. Jadi harga sembako tidak ikut melambung tinggi. Dan kompensasi BBM bukan jalan yang tepat.

Kalau kita melihat keadaan disini (Australia), bahan makanan itu lebih murah daripada barang barang lain. Harga susu saja luar biasa murah sehingga kita bisa minum sepuasnya seperti air sumur. Di Indonesia, bayi saja tidak sanggup minum susu. Juga dengan makanan makanan sehat lainnya. Setidaknya pemerintah bisa memperhatikan makanan, subsidilah makanan, sehingga kalau harga BBM naik, tidak menyengsarakan rakyat kecil yang tidak punya (mungkin tidak pernah punya seumur hidupnya) kenderaan yang menggunakan bensin. Kalau racun mungkin lebih murah dari Australia, bahkan sangat murah, di Indonesia harga rokok sangat terjangkau, sehingga anak kecil pun bisa membelinya, tapi disini kayaknya harus mikir dua kali untuk merokok.

Saya sarankan kepada Pemerintah Indonesia untuk mensubsidi makanan saja, jadi minyak biarlah naik tapi makanan terjangkau. Apakah pernah terpikirkan seperti itu wahai Bapak bapak yang agung? Semua ini masalaha perut, perut kenyang semua senang, semoga tidak sibuk memikirkan perut diri sendiri saja yang semakin membuncit.


.
Copyright © 2013 Salman Alfarish