Rasa Ini Membunuhku

Rasa Ini Membunuhku | Salman Alfarish
Kawan, hembusan angin itu membuat tulangku bergetar kawan. Tetesan hujan membuat sarafku mati. Ini terlalu dingin buatku kawan. Gelapnya malam membuatku makin membeku, jalanku tertatih menahan dinginnya malam. Rasa ini membunuhku, membuatku mati rasa.

Kawan, semuanya suram, saat dingin datang tak ada kehangatan, semuanya membuat kulit terasa membeku. Kawan, terdengar suara kehampaan dari kejauhan, suara bayang bayang sepi, suara angin berbisik, membisikkan kebekuan. .

Kawan, kehangatan itu telah berlalu di bawa musim, kehangatan itu telah pergi seiring daun daun berguguran di tiup angin. Tak ada lagi daun daun merah, ranting ranting telanjang bergoyang di terpa gerimis. Kawan, lihatlah asap yang keluar dari mulutku yang membeku, membeku untuk mengucapkan kata kata, membeku untuk sekedar tertawa. Twa itu sudah hilang kawan, hanya ada kebekuan dan kebisuan.

Kawan, Ingatkah ketika burung burung bernyanyi d dahan itu, burung burung itu sudah pergi kawan, tak ada lagi kicauan, hanya dinginnya malam yang terisisa. Kawan, ternyata rasa ini membunuh semua perasaan, hatiku membeku sebeku hujan malam ini, semuanya mati rasa. Kawan, Sudah terlalu dingin, tangan tanganku tak sanggup lagi mengetikkan kata kata, mereka mulai membeku. Kawan...
Copyright © 2013 Salman Alfarish