The Amazing Spiderman

The Amazing Spiderman | Salman Alfarish
Pertama mendengar film The Amazing Spiderman akan di putar di bioskop rasanya ingin membeli tiket dan langsung menontonnya di Imax dalam format 3D, kayaknya bakalan seru ketika sang pahlawan merayap di dinding gedung dengan tampilan 3D, kayaknya gak rugi merogoh kocek 20 dolar untuk aksi kerennya Spiderman, tapi karena kesehatan yang kurang mendukung akhirnya cuma bisa berbaring dan menunggu.

Tapi karena terlalu penasaran, dalam pembaringan akhirnya terdownload juga film The Amazing Spiderman yang masih dalam kwalitas TS (lebih bagus sedikit daripada kwalitas Cam). Setelah menonton, tak ada yang namanya "luar biasa" dalam film ini seperti namanya "Amazing" alur ceritanya biasa dan saya sedikit kecewa karena selain spesial efek yang luar biasa dan sedikit lebih "ilmiah" tak ada yang bisa di dibanggakan dari film ini.

Si Peter Parker di film ini juga "lebih bahagia" di bandingkan dengan versi sebelumnya, dia lebih gaul dan keren, suka main skateboard dan selera musiknya keren, jauh dari kesan culun dan kutu buku. Tak ada cerita patah hati dan kecewa dalam urusan asmara seperti versi sebelumnya, tak ada part time job mengantar pizza dan tukang foto untuk koran. Seperti saya bilang sebelumnya, ceritanya kurang menarik dibandingkan versi sebelumnya.

Untung saya tidak jadi beli tiket, kalau tidak saya termasuk kepada golongan orang orang yang rela menunggu dan membeli tiket untuk sesuatu yang sudah pernah mereka tonton sebelumnya, seorang pemuda yang di gigit laba laba, membuat kostum sendiri, memiliki sense laba laba dan mengejar penjahat. Kenapa? jawabannya semuanya sudah tahu, gembar gembornya yang di buat oleh orang orang d bisnis perfilman, seperti film 2012 dulu, tapi hasilnya NOL besar.

0 comments:

Copyright © 2013 Salman Alfarish