Guru Dan Sumber Daya Manusia

Guru dan Sumber Daya Manusia
Kalau kita ditanya orang, siapakah pahlawan tanpa tanda jasa? semua tau jawabannya adalah guru. Tapi pernahkah kita sadar kalau pahlawan juga manusia, jasa jasanya perlu dingat dan di hargai. Anda percaya kalau kata kata guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa lah yang menyebabkan terpuruknya pendidikan di indonesia.

Mari saya jelaskan disini kenapa kata kata pahlawan tanpa tanda jasa membuat terpuruknya pendidikan. Terpuruknya pendidikan di Indonesia salah satunya disebabkan oleh 54% Guru di Indonesia Tidak Memiliki Kualifikasi yang Cukup untuk Mengajar, kompetensi guru untuk mengajar sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh sumber daya manusia yang ingin jadi guru sangatlah sedikit.

Coba kita ambil contoh, ketika terjadi proses penyaringan masuk universitas negeri atau yang sekarang dikenal dengan SNMPTN, setiap calon mahasiswa berlomba lomba untuk bisa lewat di fakultas fakultas unggulan seperti fakultas kedokteran, fakultas teknik dan fakultas ekonomi. Sedangkan yang memilih fakultas pendidikan atau FKIP cuma yang kurang pede dengan kwalitas dirinya, atau fakultas pendidikan cuma sebagai pilihan kedua atau cadangan kalau kalau mereka tidak lewat di jurusan pertama. Jadi jangan harap kwalitas guru bisa bagus dan pendidikan indonesia bisa berkembang, karena peminat yang masuk ke fakultas pendidikan adalah yang mempunyai kemampuan yang biasa biasa saja atau masuk karena tidak lewat di fakultas lain.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena dalam bayangan mereka Kesejahteraan Guru di Indonesia sangatlah rendah, jadi untuk memutuskan menjadi guru mereka harus mengubur mimpi mereka membeli mobil atau membangun rumah mewah. Jadi karena mindset mereka yang sudah lama berada di dalam kepala mereka kalau guru adalah pahlawan yang tidak diberi tanda jasa, setiap yang jadi guru pasti miskin.

Jadi kita hilangkan mindset para calon mahasiswa, bagaimana kita buat pemahaman baru kepada mereka menjadi guru itu adalah hal yang keren bukan hal yang norak. Sehingga sumber daya manusia yang ingin menjadi guru adalah yang punya IQ tinggi, mempunyai kemampuan yang luar biasa, sehingga kita mempunyai guru guru yang luar biasa. Jadi laporan kalau salah satu terpuruknya sistem pendidikan di Indonesia adalah kurangnya kompetensi guru tidak ada lagi. Secara akal sehat pun kita bisa mengatakan, kalau sumber daya manusia nya berkwalitas, maka hasil yang diperoleh pasti bagus, tetapi jika sumber daya yang kurang bagus, maka hasilnya juga akan sangat kurang bagus.

Hal ini tentu saja tidak dapat di generalisasikan, hal ini adalah salah satu penyebab terpuruknya pendidikan Indonesia. Saya juga menghargai usaha pemerintah mengadakan penataran penataran guru, sertifikasi guru, tetapai apakah kita bisa menjamin setelah hal hal tersebut dilakukan, kwalitas guru akan menjadi lebih baik. Saya harap untuk kedepannya lagi, guru tidaklah dikenal dengan istilah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, akan tetapi guru akan di kenal dengan Istilah Pahlawan yang Jasanya dihargai. Karena siapa saja yang mendengarPahlawan Tanpa Tanda Jasa mungkin akan sangat salut, tapi tahukah kita kalau mereka cuma salut saja tetapi tidak ingin berkecimpung didalamnya. Tentunya kita sendiri bisa merasakan hal tersebut.

Tulisan ini saya sertakan dalam lomba Lomba Blog Gerakan Indonesia Berkibar "Guruku Pahlawanku", harapan terbesar saya bukan menang, tapi saya ingin memajukan pendidikan Indonesia, supaya pemerintah tidak hanya memperhatikan guru yang sudah jadi PNS tetapi banyak sekali guru bakti yang tidak bergaji yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Baca tulisan saya yang berjudul Bukan Kisah Nyata Misteri Di Dunia, banyak sekali realita seperti ini masih ada di pelosok pelosok negeri. Semoga Pemerintah bisa memperhatikan nasib guru guru.

Copyright © 2013 Salman Alfarish