Penyakit Gila Nomor 73

Salman Alfarish | Penyakit Gila Nomor 73
Apakah sebuah gelar sangat berarti bagi anda? ketika anda pergi haji, apakah suatu kebangaan bagi anda untuk dipanggil haji? apakah anda marah jika orang lupa meletakkan meletakkan gelar di undangan perkawinan? Kalau anda masih seperti itu berarti anda termasuk kedalam penyakit gila nomor 73, yaitu gila gelar. .

Saya ingat, dosen dosen saya waktu kuliah di Deakin University Australia tidak memakai gelar di depan namanya, tidak jugaa dibelakang namanya. Termasuk dalam hal resmi atau formal. Padahal kalau di Indonesia, semua gelar gelar di paparkan dengan sejelas jelasnya dan mereka akan sangat marah jika gelarnya lupa ditulis atau salah ditulis. Mungkin oleh karena itu mereka semua termasuk kedalam penderita penyakit gila nomor 73. Contohnya orang berdiri disamping saya ini, salah satu dosen yang kwalitasnya diatas rata rata. Namanya Alex Kostogriz, seorang dosen yang luar biasa dan tidak menderita penyakit gila nomor 73.  

Di negeri saya yang tercinta, Indonesia raya, keadaannya ini semuanya aneh, orang orang tidak peduli bagaimanapun caranya untuk mendapatkan gelar, ada yang membeli gelar, ada yang kuliah di toko toko untuk sekedar mendapatkan nilai, iya.. sekarang banyak sekali kampus kampus yang menjadikan toko sebagai kampusnya, sebuah bisnis yang sangat menguntungkan. Para pejabat atau wakil rakyat juga tidak segan segan untuk mendapatkan selembar ijazah dengan segala cara.

Kenapa hal ini bisa terjadi? kenapa rakyat indonesia bisa terkena penyakit gila nomor 73? Karena di Indonesia gelar itu dianggap lebih penting daripada kemampuan, yang penting ada ijazah semuanya sudah beres, walaupun kemampuan atau skill kurang, untuk menjadi PNS cuma dibutuhkan selembar ijazah, sehingga sekarang kita lihat banyak yang kuliah itu cuma cari gelar, bukan cari skill. Sekali lagi saya idak mengeneralisasikan kondisi ini, tidak semuanya seperti ini, tapi mayoritasnya yang terjadi di kehispan nyata memang seperti ini. Apa jadinya bangsa kita kalau hal ini terus terjadi?
Copyright © 2013 Salman Alfarish