Film Taken 2 : Kebencian Amerika Terhadap Islam

Film Taken 2 : Kebencian Amerika Terhadap IslamFilm yang sempat sukses pada tahun 2008 lalu yang berjudul Taken memang sangat menarik perhatian. Saya yakin bagi yang sudah menonton film Taken yang pertama pasti langsung ingin menonton Film Taken yang kedua ketika film ini dirilis.

Kalau di film pertama dikisahkan tentang seorang anak yang berlibur keluar negeri dan diculik oleh sekelompok sindikat perdagangan perempuan dan kemudian datang ayahnya (diperankan oleh Liam Neeson) untuk membebaskannya dan menghabisi sindikat tersebut. Di film pertama negeri yang didatangi adalah PRANCIS, dan tidak ada kaitan sama sekali dengan orang islam.

Tapi apa yang terjadi di film Taken 2, kenapa sindikat itu dikait kaitkan dengan Orang Islam. Film ini dimulai dengan kemurkaan seorang ayah yang beragama Islam (yang mungkin Aslinya bukan orang islam) yang ingin membalaskan atas dendam kematian sindikat tersebut, dan syutingnya sendiri berada di Istanbul Turki, yang sering terdengar suara Azan (difilm ini dikatakan "singing"). Disana saya langsung berpikir, Upsss... kenapa agama saya dibawa bawa... Sedemikian bencinya kah orang orang kafir itu terhadap Islam?

Yang namanya sindikat, baik Narkoba, atau perdagangan orang (traficking) yang dimasukkan dalam film, cukuplah hanya sindikat itu saja yang dibahas, kenapa harus bawa bawa agama?. Sebagaimana yang sudah kita ketahui kalau Amerika (Yahudu wan Nashara) tidak akan rela kita bebas beribadah sampai kita mengikuti titah mereka.

Mereka akan menghembuskan angin angin kebencian akan Islam kepada dunia, sehingga setiap orang memiliki pemahaman yang salah terhadap islam dan membenci atau memandang jijik terhadap orang islam, ketika suatu saat saat sampai seorang anak akan malu mengaku kalau dia beragama Islam. Hati hati dengan hal ini, perang terhadap orang islam tidak hanya dengan senjata (seperti yang dilakukan di Irak atau Palestina) tapi juga dengan Media dan lain lain, sehingga islam lemah dan tersisihkan. Sebagai manusia yang bisa berpikir jernih, seharusnya kita bisa mengambil sikap terhadap hal ini.
Copyright © 2013 Salman Alfarish