Linux : Biscuit atau Operating System

Linux : Biscuit atau Operating System | Salman Alfarish
Para pencinta linux sering bangga karena menggunakan open source software dan bukan bajakan. Paling tidak mereka tidak memakai program bajakan seperti orang orang lain, seperti saya dulu. Sekarang saya menggunakan windows asli, bukannya sombong tapi bawaan laptop hahahaha..

Tapi bukan itu yang mau saya katakan, saya cuma mau bilang kalau pera pencinta linux sudah bisa lebih berbangga hati karena sekarang telah hadir di kota kota atau di desa desa sebuah merek biskuit yang bernama Linux, seperti yang ada di gambar yang saya ambil dengan menggunakan kamera Handphone, itu asli tanpa soto kambing, eh sotosop.

Saya sempat mengabadikan sebuah foto waktu saya lagi mengunjungi sebuah swalayan yang tidak bisa saya sebutkan namanya disini kalau namanya Suzuya, ups.. Tak sengaja.. Waktu itu saat hujan rintik rintik, saya beralan menyusuri lorong wilayah dijual makanan ringan, dan saya sempat berfikir, kayaknya saya pernah mendengar nama biskuit ini, tapi dimana ya? Dan saya baru teringat 3 hari kemudian kalau itu nama salah satu operating system komputer.

Tapi itu juga bukan apa yang ingin saya katakan, saya cuma ucapka selamat kepada linux yang telah merambah ke dunia makanan, semoga saja menjadi open source food, jadi saya bisa main ambil saja tanpa membayar hahahaha...

Tulisan ini hanya selingan saja, jadi para pencinta linux mungkin sempat tersesat ke blog saya dan membaca tulisan ini saya harap jangan marah, dan selamat menikmati biskuit linux, semoga rasanya seenak kemasannya..
Copyright © 2013 Salman Alfarish