Secangkir Kopi Karamel

Secangkir Kopi Karamel ini menghangatkan tenggorokanku di pagi yang dingin ini. Hembusan angin dingin merayap dari bawah pintu membuat Secangkir Kopi Karamel ini lebih terasa nikmat. 

Dinginnya pagi ini memang tidak akan membekukan tulangku, tidak.. dingin ini terlalu hangat untuk kulitku yang terbiasa dengan hembusan angin, untuk keadaan negeri yang telah hancur dan tercabik dan untuk dunia yang telah lansia.

Dingin ini juga tidak bisa membangunkan para pemimpin dari buaian mimpi mereka, mimpi untuk menjadi penguasa setelah menjadi penguasa. Mimpi untuk terus berjaya, menguasai rakyat dengan tangan besi mereka.
Gubernur Aceh

Dan Secangkir Kopi Karamel ini juga tak akan mampu membuat mereka sadar, kalau tidak semua rakyat mereka bisa meneggak Secangkir Kopi Karamel setiap paginya.

Tidak, saya tidak ingin menjadi Presiden, atau menjadi Gubernur Aceh, atau menjadi Bupati atau walikota, tidak sama sekali, saya cuma ingin menikmati Secangkir Kopi Karamel di pagi yang dingin ini, pagi yang membuat saya enggan untuk beranjak untuk mencari Secangkir Kopi Karamel untuk pagi esok.


Copyright © 2013 Salman Alfarish